Skip to main content

KIAT SUKSES BERTANAM CABE MERAH



Banyak petani yang beranggapan bahwa menanam cabe merah sangat rumit dan membutuhkan biaya yang besar.Anggapan seperti itu karena petani belum/tidak mengetahui tentang cara menanam cabe merah dengan mudah dan tidak memerlukan biaya yang mahal.Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan budidaya tanaman cabe merah agar diperoleh hasil yang maksimal.Tanaman cabe merah dapat tumbuh dengan baik didaerah yang disinari matahari selama 10-12 jam per hari.Strategi dalam menanam cabe merah adalah janhan menanam cabe disaat harga cabe anjlok karena pasokan melimpah.Pilih jenis cabe yang mempunyai nilai jual tinggi dan tahan terhadap penyakit.Terutama penyakit kuning(bule) dan antraknosa (patek).Berikut cara menanam cabe merah yang baik dan benar.

1.PEMILIHAN BENIH CABE MERAH

Benih cabe merah dapat diperoleh dari tanaman sebelumnya atau membeli benih kemasan bermerk yang banyak dijual di toko/kios pertanian.Apabila benih berasal dari tanaman sebelumnya,hal yang perlu diperhatikan adalah pilihlah buah cabe yang akan dijadikan benih berasal dari pohon induk yang sehat,dan berbuah lebat.Pilihlah buah cabe yang benar-benar matang dipohon,bentuk fisiknya sempurna dan sehat.Buah cabe yang dapat dijadikan benih adalah hasil dari petikan buah ke 6-9.Karena pada petikan tersebut buah cabe menghasilkan biji yang optimal.Potong buah cabe menjadi 3 bagian.Biji yang digunakan adalah potongan buah cabe bagian tengah.Keluarkan biji cabe dengan cara membelah kulit buah cabe atau bisa juga diblender.Rendamlah biji cabe kedalam air bersih.Pilihlah biji cabe yang tenggelam untuk menghasilkan benih yang berkualitas.Kering anginkan.Jangan dijemur dibawah sinar matahari langsung.

2. PENGOLAHAN LAHAN/PEMBUATAN BEDENGAN

Sebelum menanam cabe merah,terlebih dahulu dilakukan persiapan lahan untuk tanaman cabe merah.Persiapan lahan mencakup pengolahan lahan dan pembuatan bedengan.Lahan sebaiknya dibajak terlebih dahulu dengan tujuan memperbaiki struktur tanah.Setelah dibajak,langkah berikutnya adalah pembuatan bedengan.Bedengan sebaiknya mengarah timur-barat.Agar tanaman cabe mendapat sinar matahari secara merata.Buat bedengan dengan tinggi 30-40cm,lebar 100-120cm, dan jarak antar bedengan 50-60cm.Panjang bedengan maksimal 20 M,agar mempermudah dalam pengawasan dan pemeliharaan.Buatlah saluran drainase yang baik karena tanaman cabe merah tidak menyukai adanya genangan air.Cabe merah tumbuh dengan baik pada tanah dengan tingkat keasaman (PH) 6-7.Jika terlalu asam taburkan kapur pertanian atau dolomit secara merata di atas bedengan.Setelah bedengan selesai, taburkan kompos diatas bedengan berupa kotoran hewan seperti kotoran sapi,kotoran ayam,itik,bebek atau kotoran kambing.Kemudian biarkan selama 1 minggu.
Setelah 1 minggu,langkah berikutnya adalah pemberian pupuk dasar kimia berupa Ponska 250kg/ha + ZA 100kg/ha + TSP 150kg/ha.Taburkan campuran pupuk tersebut secara merata di atas bedengan.Seminggu kemudian bedengan diratakan menggunakan canggkul.Pastikan permukaan bedengan dicacah dengan halus dan tidak ada bongkahan tanah yang dapat merusak mulsa.Biarkan selama 1 minggu.



3. PENYEMAIAN BENIH CABE MERAH

Tahap awal sebelum melakukan penyemaian benih adalah persiapan media semai.Media semai berupa campuran kompos dan tanah dengan perbandingan 1:1.Campurkan kompos dan tanah secara merata.Ayak campuran tanah tersebut menggunakan kawat kasa untuk memperoleh campuran yang halus.Penyemaian benih dapat dilakukan dengan 2 cara,yaitu dengan mengunakan polybag plastik atau daun pisang atau dengan cara sistem tabur.Sebelum benih ditanam,terlebih dahulu rendam benih kedalam air hangat yang diberi cairan yang mengandung auksin atau bisa juga air perasan bawang merah.Tujuannya agar benih cepat tumbuh.Rendam selama 6 jam Tanam benih cabe merah ke dalam polybag yang telah diisi campuran tanah dan kompos,dengan kedalaman 0,5 cm dan tutup dengan tanah halus.Dengan tujuan agar mempermudah pertumbuhan benih.Apabila melakukan penyemaian dengan sistem tabur,sebaiknya penanaman benih dibuat secara alur.Agar benih tumbuh tidak terlalu rapat.Siram polybag atau bedengan semai yang telah ditanami benih sampai benar-benar basah.Lalu tutup menggunakan goni ataupun kardus.Dengan tujuan agar kondisi tanah dipersemaian tetap lembab.Karena benih cepat tumbuh apabila kondisi tanah persemaian benar-benar lembab.Buat naungan dengan menggunakan plastik transparan.Agar sinar matahari dapat masuk.Benih biasanya mulai tumbuh 4 hari setelah tanam.Namun tumbuh serentak  saat 7 hari setelah tanam.
Buka penutup benih apabila benih sudah mulai banyak yang tumbuh.Siramlah benih setiap hari.Usahakan tanah dipersemaian jangan sampai kering.


4. PEMASANGAN MULSA

Pemasangan mulsa dilakukan 1 minggu setelah bedengan diratakan/dihaluskan.Sebelum dilakukan pemasangan mulsa,terlebih dahulu semprot bedengan dengan campuran insektisida dengan fungisida.Guna menghindari perkembang biakan hama dan jamur.Mulsa berfungsi untuk mengendalikan pertumbuhan gulma,menjaga kelembapan tanah dan juga menghindari erosi tanah bedengan.Gunakan Mulsa Plastik Hitam Perak.Pasang mulsa yang berwarna perak berada dibagian atas dan yang berwarna hitam berada pada bagian bawah.Jepit tiap sisi tepi mulsa menggunakan penjepit bambu atau yang lainnya.Agar mulsa tidak terlepas saat terkena tiupan angin.Untuk menghasilkan pemasangan yang rapi dan sempurna,lakukan penarikan sedikit pada setiap ujung mulsa.Biarkan selama 1 minggu,baru lakukan pembuatan lubang tanam.Buatlah lubang tanam dalam setiap bedengan sebanyak 2 baris.Sebaiknya posisi lubang tanam 20 cm dari tepi bedengan.Jarak antar lubang tanam 60-70 cm.Lubang tanam sebaiknya dibuat dengan sistem zig zag.Hal tersebut dilakukan agar sirkulasi udara tetap teratur dan menghindari tertumpuknya pertemuan cabang tanaman.


5. PEMINDAHAN /PENANAMAN BIBIT

Bibit yang ditanam sebaiknya sudah berumur 20-25 hari.Sebelum bibit ditanam,terlebih dahulu semprot bibit waktu masih dipersemaian dengan campuran insektisida dan fungisida.Pertama yang perlu dilakukan sebelum penanaman bibit adalah pembuatan lubang tanam.Lubang tanam dibuat dengan menggunakan tugal.Besarnya tugal disesuaikan dengan besar polybag.Kedalaman lubang juga harus disesuaikan dengan tinggi polybag.Penanaman bibit sebaiknya pada pagi hari antara jam 6-10.Sore hari antara jam 16-18.Pada saat penanaman,tekan bagian pangkal batang tanaman dengan tujuan agar tanaman berdiri kokoh dan tidak mudah roboh.Pilih bibit yang sehat dan pertumbuhannya serentak.Setelah bibit ditanam,pasang ajir yang terbuat dari bambu pada setiap tanaman sebagai penopang tanaman cabe nantinya.


6. PERAWATAN DAN PEMUPUKAN

Perawatan tanaman cabe merah meliputi,pencegahan hama penyakit dan gulma.Lakukan penyemprotan insektisida dan fungisida secara rutin dengan interval 4-7 hari.Jangan tunggu tanaman terserang hama penyakit,baru dilakukan penyemprotan.Karena ada istilah lebih baik mencegah daripada mengobati.Untuk masalah hama dan penyakit serta pengendaliannya akan kita bahas di artikel yang berbeda.
Pemupukan tanaman cabe dilakukan dengan sistem kocor atau pupuk cair.Pemupukan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 7 HST.Pupuk yang digunakan Ponska 50kg/ha + NPK 30kg/ha + ZA 20kg/ha.
Rendam pupuk didalam tong yang berisi air 200 L.Aduk secara merata sampai pupuk benar-benar larut.Aplikasikan pada  tanaman dengan dosis 200ml(1 cangkir) per tanaman.Pemupukan ke 2-6 gunakan pupuk Ponska+CANTIK+NPK dengan perbandingan 2:1:1.

7. PANEN

Tanaman cabe merah sudah mulai bisa dipanen pada umur 70-90 HST,tergantung dari varietas tanaman.Petik buah cabe yang warna kulitnya hampir keseluruhan berwarna merah.Hati-hati dalam pemetikan buah cabe,jangan sampai merusak bunga dan pucuk ranting tanaman cabe.


Demikianlah artikel singkat tentang Kiat Sukses Bertanam Cabe Merah.





Comments